Skip to main content

OYO Business Model

OYO atau bisa disebut juga sebagai On Your Own Rooms adalah sebuah perusahaan chain hotel budget yang berasal dari India. Diciptakan oleh Ritesh Agarwal pada tahun 2013. 

OYO membantu pemilik hotel atau owner unbranded hotel untuk meningkatkan okupansi hotel dengan teknologi yang dimiliki oleh OYO serta dengan standar pelayanan yang setara hotel-hotel lainnya sesuai dengan standar OYO.

Menurut CEO OYO yaitu Ritesh Agarwal, dia menginginkan OYO sebagai hotel aggregator yang sukses sebagai chain hotel budget terbesar di India.

OYO memiliki aset yang ringan dengan nilai CAPEX yang tidak terlalu signifikan, kecuali untuk beberapa brand seperti hotel eksklusif/non eksklusif. OYO berfokus dengan membuat strategi investasi untuk membangun brand hotel yang bertahan lama.

OYO meniru model dari Airbnb tetapi membuat model dari Airbnb lebih baik lagi. Dimana Airbnb sebagai wadah untuk para pemilik properti mendaftarkan rumah mereka sebagai tempat bisnis dan terhubung dengan calon konsumen. Perusahaan tidak terjun langsung dalam transaksi lain selain daripada sebagai wadah dan penghubung pada calon konsumen. Sedangkan OYO, selain sebagai wadah, mereka juga turun langsung dalam menangani operasional sehari-hari. Staff dari OYO juga akan melayani check-in dan check-out tamu. Jika perlu, mereka juga akan memperbaiki infrastuktur dan interior rumah.

Dengan OYO, perusahaan ingin menawarkan ruang sewa jangka panjang dengan unit hunian mandiri yang dikelola sepenuhnya,termasuk kontrak, perabotan, pembersihan, pemeliharaan, dan layanan in-stay.

Model bisnis yang diterapkan oleh OYO adalah Manchise (Management and Franchise). Dimana kontrol dan manajemen hotel akan dipegang penuh oleh OYO. Semua properti akan dioperasikan dalam perjanjian sewa atau mengizinkan pemilik properti menjalankan properti mereka dalam kesepakatan franchise. OYO biasanya mengambil 20% dari total pendapatan untuk skema perjanjian sewa.

Sumber:

https://www.fortuneindia.com/venture/more-room-at-the-top/101637

https://dailysocial.id/post/oyo-indonesia-resmi

https://www.thenewsminute.com/article/why-oyo-life-betting-big-co-living-market-india-101514

https://qz.com/india/1077354/oyo-rooms-wants-to-build-an-airbnb-for-india-that-does-more-than-what-airbnb-does/

https://economictimes.indiatimes.com/small-biz/startups/newsbuzz/oyo-forays-into-upper-end-leisure-resorts-category-launches-palette-resorts/articleshow/65607265.cms utm_source=contentofinterest&utm_medium=text&utm_campaign=cppst


Comments

Popular posts from this blog

Promotion Mix (Bauran Promosi)

Menurut  Plilip Kotler  yang tercantum dalam buku karangan Drs. Djaslim Saladin (2004 : 172) adalah sebagai berikut :  Periklanan   (Advertising)  adalah semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide-ide, promosi barang atau jasa yang dilakukan oleh sponsor yang dibayar.  Promosi Penjualan   (Sales Promotion)  adalah variasi insentif jangka pendek untuk merangsang pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa.  Hubungan masyarakat dan Publisitas   (Public Relation and Publicity)  adalah suatu usaha (variasi) dari rancangan program guna memperbaiki, mempertahankan, atau melindungi perusahaan atau citra produk.  Penjualan Personal   (Personal Selling)   adalah penyajian lisan dalam suatu pembicaraan dengan satu atau beberapa pembeli potensial dengan tujuan untuk melakukan penjualan.  Pemasaran Langsung   (Direct Marketing) k omunikasi secara langsung yang digunakan dari mail, telepon, fax, e-m...

Accor akuisisi Fairmont, Raffles, dan Swissotel

  Accor adalah salah satu grup hotel terbesar di dunia yang berpusat di Perancis. Pada tahun 2016 lalu, grup ini mengakuisisi Fairmont, Raffles, dan Swissotel. Ketiga hotel tersebut termasuk dalam kategori hotel mewah. Dengan tujuan meningkatkan potensi pertumbuhan dan pendapatan jangka panjang. Serta memperbesar jaringan perusahaan di Amerika bagian Utara terlebih Amerika Utara adalah salah satu pasar terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Menurut pandangan saya dengan Accor mengakuisi ketiga hotel tersebut, adalah tindakan yang tepat, terlebih ketiga hotel tersebut merupakan hotel yang sudah memiliki nama dan salah satu hotel yang mewah. Tindakan ini justru sangat menguntungkan untuk meningkatkan nilai pasar Accor Group untuk memperkokoh nilai perusahaan di pasar Internasional dan memberi nilai dalam jangka waktu yang panjang. Sumber: https://images.app.goo.gl/io5AAgGbjUtdioDv5 https://images.app.goo.gl/LRsdBhrnaayHuGJ46 https://images.app.goo.gl/U4mJqkvt9pfQUt986

Struktur Organisasi OYO

 Menurut pandangan saya OYO adalah perusahaan startup yang memusatkan bisnisnya pada indrustri perhotelan dan struktur organisasi yang pas diterapkan untuk OYO Indonesia adalah sebagai berikut: 1. CEO/Owner Disini CEO bertugas untuk mengawasi setiap department serta memberikan ide dan gagasan sebagaimana konsep dari OYO itu sendiri. 2. GM Disini GM bertanggungjawab dengan operasional dan merancang standard dari OYO itu sendiri yang dibawahi oleh FBM serta DOR. 3. Human Resources Bertanggungjawab untuk menentukan berapa banyak sumber daya yang dibutuhkan dari setiap department. 4. Finance Bertanggungjawab untuk mengontrol keuangan perusahaan 5. Sales & Marketing dan CTO ( Chief Technology Officer) Disini mereka bekerjasama untuk merancang bisnis startup mereka supaya menarik dan sesuai dengan demand market yang dituju. dibawahi oleh: - User Experience Team    Bertanggungjawab dengan membuat pengalaman yang terbaik oleh calon konsumen melalui desain - Backend Team ...